WAJAHNYA KETIKA TIDUR.......
Pernahkah kita menatap wajah orang-orang terdekat dengan anda ketika ia sedang tidur?
Kalau belum, cubalah sekali sahaja menatap wajah-wajah ketenangan mereka ketika sedang
tidur. Ketika itu yang kelihatan adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari seseorang.
Seorang artis yang ketika di panggung, di layar perak, di kaca tv begitu cantik dan
gemerlapan pun boleh jadi akan kelihatan sederhana dan jauh berbeza jika ia sedang tidur. Orang paling kejam di dunia pun jika ia sudah tidur, tidak akan kelihatan wajah bengisnya.
Perhatikanlah ayah anda ketika beliau sedang
tidur. Sedarilah, betapa badan yang dulu sasa dan
gagah itu kini semakin tua dan lemah, betapa
rambut-rambut putih mulai menghiasi kepalanya,
betapa kerut merut mulai terpahat diwajahnya.
Orang inilah yang setiap hari bekerja keras untuk
kesejahteraan kita, anak-anaknya. Orang inilah
rela melakukan apa sahaja asal perut kita kenyang
dan pendidikan kita lancar.
Sekarang, beralihlah. Lihatlah ibu anda.
Hmm...kulitnya mulai keriput dan tangan yang
dulu halus membelai-belai tubuh bayi kita itu kini
kasar kerana tempaan hidup yang keras. Orang
inilah yang tiap hari mengurus keperluan kita.
Orang inilah yang paling rajin mengingatkan dan
mengomeli kita semata-mata kerana rasa kasih
dan sayang, dan sayangnya, itu sering kita salah
ertikan.
Cubalah menatap wajah orang-orang
tercinta itu : Ayah, Ibu, Suami, Isteri, Kakak, Abang,
Adik, Anak, Sahabat, Semuanya. Rasakanlah sensasi
yang timbul sesudahnya. Rasakanlah energi cinta
yang mengalir perlahan-lahan ketika menatap
wajah yang terlelap itu. Rasakanlah getaran cinta
yang mengalir deras ketika mengingat betapa
banyaknya pengorbanan yang telah dilakukan
orang-orang itu untuk kebahagiaan anda.
Pengorbanan yang kadang2 tertutup oleh
kesalah-fahaman kecil yang entah kenapa selalu
sahaja nampak besar. Secara ajaib Tuhan
mengatur agar pengorbanan itu dapat kelihatan lagi
melalui wajah-wajah jujur mereka ketika sedang tidur.
Pengorbanan yang kadang2 melelahkan namun
enggan mereka ungkapkan. Dan ekspresi wajah
ketika tidur pun mengungkap segalanya. Tanpa
kata, tanpa suara dia berkata : "betapa lelahnya
aku hari ini". Dan penyebab lelah itu? Untuk siapa
dia berlelah-lelah? Tidak lain adalah kita. Suami
yang bekerja keras mencari nafkah, isteri yang
bekerja keras mengurus dan mendidik anak, juga
rumah. Kakak, abang, adik, anak, dan sahabat
yang telah melalui hari-hari suka dan duka bersama kita.
Resapilah kenangan-kenangan manis dan pahit
yang pernah terjadi dengan menatap wajah-wajah
mereka. Rasakanlah betapa kebahagiaan dan keharuan
seketika terganggu jika mengingat itu semua.
Bayangkanlah apa yang akan terjadi jika keesokan
hari mereka; orang-orang yang dikasihi itu tidak
lagi membuka matanya, selama-lamanya... ..
If you can touch it and you can see it,
it's REAL...