ANNAJWA PE 


  •  





  • ANNAJWA PUTRIDA EFENDI
       

    << December 2009 >>
    Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
     01 02 03 04 05
    06 07 08 09 10 11 12
    13 14 15 16 17 18 19
    20 21 22 23 24 25 26
    27 28 29 30 31


    If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



    rss feed
    Mar 8, 2007
    Aqikah


    Aku Aqikah pada usiaku tujuh bulan, kata Ayah Aqikah itu sebagai ucapan terimakasih pada Allah SWT yang telah membuat aku hidup di bumi ini dalam keadaan sehat sempurna. Alhamdulillah ya Allah.

    Posted at 03:46 pm by AnnajwaPE
    Make a comment  

    Anakku


    Haloo kawan, aku jadi lucu ya pakai kopiah ini, hi hi hi......

    Posted at 03:28 pm by AnnajwaPE
    Make a comment  

    Anak Sayang





    WAJAHNYA KETIKA TIDUR.......


    Pernahkah kita menatap wajah orang-orang terdekat dengan anda ketika ia sedang tidur?
    Kalau belum, cubalah sekali sahaja menatap wajah-wajah ketenangan mereka ketika sedang
    tidur. Ketika itu yang kelihatan adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari seseorang.

    Seorang artis yang ketika di panggung, di layar perak, di kaca tv begitu cantik dan
    gemerlapan pun boleh jadi akan kelihatan sederhana dan jauh berbeza jika ia sedang tidur. Orang paling kejam di dunia pun jika ia sudah tidur, tidak akan kelihatan wajah bengisnya.

    Perhatikanlah ayah anda ketika beliau sedang
    tidur. Sedarilah, betapa badan yang dulu sasa dan
    gagah itu kini semakin tua dan lemah, betapa
    rambut-rambut putih mulai menghiasi kepalanya,
    betapa kerut merut mulai terpahat diwajahnya.
    Orang inilah yang setiap hari bekerja keras untuk
    kesejahteraan kita, anak-anaknya. Orang inilah
    rela melakukan apa sahaja asal perut kita kenyang
    dan pendidikan kita lancar.

    Sekarang, beralihlah. Lihatlah ibu anda.
    Hmm...kulitnya mulai keriput dan tangan yang
    dulu halus membelai-belai tubuh bayi kita itu kini
    kasar kerana tempaan hidup yang keras. Orang
    inilah yang tiap hari mengurus keperluan kita.
    Orang inilah yang paling rajin mengingatkan dan
    mengomeli kita semata-mata kerana rasa kasih
    dan sayang, dan sayangnya, itu sering kita salah
    ertikan.

    Cubalah menatap wajah orang-orang
    tercinta itu : Ayah, Ibu, Suami, Isteri, Kakak, Abang,
    Adik, Anak, Sahabat, Semuanya. Rasakanlah sensasi
    yang timbul sesudahnya. Rasakanlah energi cinta
    yang mengalir perlahan-lahan ketika menatap
    wajah yang terlelap itu. Rasakanlah getaran cinta
    yang mengalir deras ketika mengingat betapa
    banyaknya pengorbanan yang telah dilakukan
    orang-orang itu untuk kebahagiaan anda.

    Pengorbanan yang kadang2 tertutup oleh
    kesalah-fahaman kecil yang entah kenapa selalu
    sahaja nampak besar. Secara ajaib Tuhan
    mengatur agar pengorbanan itu dapat kelihatan lagi
    melalui wajah-wajah jujur mereka ketika sedang tidur.

    Pengorbanan yang kadang2 melelahkan namun
    enggan mereka ungkapkan. Dan ekspresi wajah
    ketika tidur pun mengungkap segalanya. Tanpa
    kata, tanpa suara dia berkata : "betapa lelahnya
    aku hari ini". Dan penyebab lelah itu? Untuk siapa
    dia berlelah-lelah? Tidak lain adalah kita. Suami
    yang bekerja keras mencari nafkah, isteri yang
    bekerja keras mengurus dan mendidik anak, juga
    rumah. Kakak, abang, adik, anak, dan sahabat
    yang telah melalui hari-hari suka dan duka bersama kita.

    Resapilah kenangan-kenangan manis dan pahit
    yang pernah terjadi dengan menatap wajah-wajah
    mereka. Rasakanlah betapa kebahagiaan dan keharuan
    seketika terganggu jika mengingat itu semua.
    Bayangkanlah apa yang akan terjadi jika keesokan
    hari mereka; orang-orang yang dikasihi itu tidak
    lagi membuka matanya, selama-lamanya... ..

    If you can touch it and you can see it,
    it's REAL...

    Posted at 03:27 pm by AnnajwaPE
    Make a comment